BANDAR LAMPUNG, Ligaperistiwa.net -
Junaidi (50), warga Bandar Lampung, tertembak di lutut kanan saat berusaha menggagalkan pencurian sepeda motor di Jalan Untung Suropati, Gang Somad, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Labuhan Ratu, Minggu (6/9/2026) malam.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB ketika Junaidi sedang berkumpul bersama warga di sekitar pos ronda. Saat itu, warga mendengar teriakan maling dan langsung mengejar dua orang yang diduga hendak mencuri sepeda motor.
Menurut Junaidi, kedua pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor matik dan sempat terjebak di jalan buntu.
Ketika warga mengepung, salah satu pelaku kemudian mengeluarkan senjata api dan melepaskan beberapa tembakan.
Tetap mengejar meski ditembak Junaidi mengatakan dirinya sempat melempar sesuatu ke arah pelaku dan terus melakukan pengejaran. Ia mengaku beberapa tembakan diarahkan kepadanya. Namun, saat itu Junaidi belum menyadari bahwa peluru telah mengenai lutut kanannya.
Setelah pelaku berhasil menjauh, ia baru mengetahui kakinya mengeluarkan banyak darah. Warga kemudian menghentikan pengejaran dan membawa Junaidi ke RSUD Abdul Moeloek. Di rumah sakit, Junaidi menjalani operasi untuk mengangkat proyektil yang bersarang di lututnya.
Ketua RT juga sempat ditodong Ketua RT 005 LK 2 Edi Sulistiana mengatakan, saat kejadian ia sedang berada di gardu ronda bersama koordinator ronda, Jumari, dan sejumlah warga. Tak lama kemudian, mereka mendengar suara tembakan dan teriakan maling. Edi bahkan mengaku sempat ditodong senjata api oleh salah satu pelaku.
“Satu motor dua penumpang, mereka mengacungkan senjata ke saya juga,” katanya. Berdasarkan keterangan warga, terdengar sekitar empat sampai lima kali tembakan dalam kejadian tersebut. Rekaman kamera pengawas milik warga memperlihatkan dua pelaku yang diperkirakan masih berusia muda.
Keduanya menggunakan sepeda motor matik dan mengenakan masker. Motor gagal dibawa Sepeda motor yang menjadi sasaran pencurian akhirnya tidak berhasil dibawa kabur. Junaidi mengatakan pelaku baru sempat membuka pintu gerbang rumah milik Faruk ketika aksinya diketahui warga.
Setelah warga berdatangan, kedua pelaku memilih melarikan diri sambil melepaskan tembakan. Mereka kemudian kabur ke arah kawasan sekolah di Bumi Manti. Warga patungan biaya operasi Di tengah insiden tersebut, solidaritas warga Gang Somad muncul untuk membantu biaya pengobatan Junaidi.
Ketua RT Edi Sulistiana mengatakan biaya awal operasi korban mencapai sekitar Rp13,8 juta. Setelah mendapat sejumlah keringanan dan bantuan keluarga, kebutuhan biaya turun menjadi sekitar Rp8 juta. Seluruh biaya tersebut kemudian ditanggung bersama oleh warga.
“Biaya itu 100 persen ter-cover murni dari hasil gotong royong warga,” kata Edi. Menurut dia, kebersamaan warga tersebut tidak terlepas dari kegiatan ronda malam yang telah berjalan selama 12 tahun. Ronda tidak hanya dilakukan untuk menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat hubungan antarwarga. “Tujuannya membangun kebersamaan, solidaritas, dan kekompakan warga. Kejadian kemarin bukti bahwa kita kompak menggagalkan pencurian,” ujar Edi.
Polisi lakukan olah TKP Polsek dan Polresta Bandar Lampung telah melakukan olah tempat kejadian perkara pada malam kejadian.
Kapolsek setempat juga disebut sempat menjenguk Junaidi dan mengawal penanganan medis korban hingga operasi selesai. Sementara itu, dua pelaku masih dalam penyelidikan polisi setelah melarikan diri dari lokasi kejadian.
Sumber: Kompas.com