• Jelajahi

    Copyright © Liga Peristiwa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Polda Sulbar Minta Warga Laporkan Dugaan Penimbunan BBM di Tengah Antrean Panjang

    Jumat, 11 September 2026, September 11, 2026 WIB Last Updated 2026-09-11T03:30:59Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    MAMUJU, Ligaperistiwa.net -

    Polda Sulawesi Barat (Sulbar) meminta masyarakat aktif melaporkan jika menemukan indikasi praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini diambil menyusul maraknya antrean warga di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sulbar akibat kesulitan mendapatkan Pertalite dan Solar. 


    Dalam dua pekan terakhir, antrean tampak di SPBU yang ada di Polewali, Sarampu, Lembang Majene, hingga Simbuang Mamuju. Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menegaskan, jajaran intelijen kepolisian terus memantau situasi di lapangan guna memetakan potensi kecurangan yang memicu kelangkaan.


    "Rekan-rekan dari intelijen selalu membuka telinga dan mata terkait potensi penimbunan BBM. Kami tidak menutup diri, jika masyarakat memiliki informasi yang akurat, berikan kepada petugas. Pasti akan kami tindak lanjuti dengan tindakan kepolisian," ujar Adi, kepada Kompas.com, Jumat (11/9/2026).


    Minta Warga Tak Panic Buying Selain menyoroti potensi penimbunan, Adi juga mengimbau warga Sulbar agar tidak terjebak aksi panic buying yang berisiko memperpanjang antrean di SPBU. Ia memastikan pasokan dari Pertamina tetap berjalan normal sesuai jadwal pendistribusian di setiap SPBU. "Masyarakat tidak perlu panik untuk membeli BBM di waktu yang bersamaan. 


    Tetap tertib sesuai aturan dan jangan berebut," tuturnya. Adi menambahkan, fenomena antrean panjang acap kali diperparah oleh kepanikan warga akibat rumor yang beredar di media sosial. Ia meminta masyarakat tidak langsung menelan mentah-mentah kabar yang belum terverifikasi kebenarannya.


    "Mohon jangan mudah termakan provokasi berita di media sosial. Lakukan pengecekan terlebih dahulu agar tidak memicu kepanikan," tambahnya.


    Sumber: Kompas.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini