MEDAN, Ligaperistiwa.net -
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara Agung T Kurniawan dicopot dari jabatannya terhitung sejak 31 Agustus 2026. Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Medan Donal Simanjuntak membenarkan pergantian tersebut.
"Sudah tergantikan (Agung dicopot dari jabatannya). Keputusannya per 31 Agustus kemarin," kata Donal, Selasa (8/9/2026). Posisi Agung kini digantikan Yoga Arizanto.
"Diganti oleh Yoga Arizanto," ujar Donal.
Yoga sebelumnya diketahui menjabat sebagai Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Deli Serdang. Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai alasan Agung dicopot dari jabatannya. Donal juga belum memberikan jawaban ketika ditanya apakah pergantian tersebut berkaitan dengan kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan pelajar di Kabupaten Karo.
Pencopotan sebelumnya disorot Kepala BGN
Sebelum pergantian resmi tersebut, Kepala BGN Sudaryono sempat menyoroti lambatnya proses pencopotan Kepala Regional BGN Sumatera Utara. Hal itu terungkap melalui sebuah unggahan pada Selasa (1/9/2026).
Sudaryono mempertanyakan mengapa keputusan pencopotan yang disebut telah ditetapkan belum segera dijalankan. “Lama kali. Mana tim saya? Semenjak pergi kemarin, masa tidak selesai-selesai mencopotnya?” ujarnya.
Sudaryono menegaskan keputusan yang telah dibuat semestinya segera dilaksanakan. Ia sebelumnya juga menyampaikan kekecewaan terkait kasus keracunan MBG di Kabupaten Karo. "Ini nyawa seseorang. Kami akan selesaikan masalah ini dan menyerahkan hasil investigasi kepada aparat,” ucapnya.
353 siswa di Karo alami keracunan Kasus keracunan MBG di Karo terjadi pada Kamis (13/8/2026). Sebanyak 353 siswa dari lima sekolah dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan yang dibagikan melalui program MBG.
Investigasi awal yang disampaikan BGN menyebut salah satu persoalan terdapat pada penanganan bahan makanan berupa ikan. Sudaryono mengatakan ikan basah yang digunakan dalam menu tersebut tidak disimpan di dalam freezer selama sekitar 10 hingga 12 jam.
“Ikan basah tidak ditaruh ke dalam freezer, itu suatu kebodohan dan kelalaian,” tegas Sudaryono. Sebagai respons awal, BGN kemudian menutup dapur penyedia makanan dan mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait dengan kejadian tersebut.
Sejumlah siswa sempat masih dirawat Hingga Selasa (18/8/2026), tercatat masih ada 64 pelajar yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Berastagi. Beberapa siswa sebelumnya sempat berada dalam kondisi kritis, meski kondisi mereka kemudian dilaporkan mulai membaik.
Salah satu pasien yang dirawat di ruang PICU RS Haji Medan disebut sudah dapat duduk dan berbicara. Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara Hamid Rijal Lubis mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap makanan telah tersedia.
Namun, pengumuman resmi terkait hasil tersebut akan disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Karo. Ia juga membenarkan ada seorang siswa yang dirujuk ke RS Adam Malik Medan karena kondisinya belum stabil.
Belum ada konfirmasi kaitan pencopotan Meski pencopotan Agung terjadi setelah kasus keracunan MBG di Karo menjadi perhatian publik, belum ada keterangan resmi yang memastikan bahwa pergantian Kepala BGN Sumatera Utara tersebut merupakan sanksi langsung akibat kejadian itu.
BGN sejauh ini baru mengonfirmasi bahwa Agung telah digantikan per 31 Agustus 2026 dan posisinya kini diisi Yoga Arizanto. Alasan resmi di balik pencopotan tersebut belum disampaikan kepada publik.
Sumber: Kompas.com