BANYUWANGI, Ligaperistiwa.net -
Soni Marta Andika (40), warga Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, menjadi salah satu korban yang masih hilang setelah KMP Virgo Transport 8 terbalik di Laut Jawa, Minggu (13/9/2026) dini hari.
Saat kejadian, Soni bekerja sebagai sopir truk yang membawa muatan paket ekspedisi menuju Banjarmasin. Istri Soni, Rini Handayani (49), mengatakan suaminya merupakan tulang punggung keluarga. Soni bekerja sebagai sopir truk milik orang lain dan biasanya baru pulang ke rumah sekitar dua bulan sekali.
Sebelum peristiwa tersebut terjadi, Rini bercerita bahwa suaminya sebenarnya sempat ingin pulang ke rumah. Namun, rencana itu urung dilakukan karena Soni harus kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan biaya ujian anaknya.
"Sebenarnya mau pulang, tapi karena anak harus bayar ujian, jadi berangkat kerja lagi," kata Rini saat ditemui di rumahnya, Kamis (17/9/2026).
Soni memiliki dua anak yang masih bersekolah, yakni Firdan Maulana (8), siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Firman Eka Putra (17), siswa SMK Muhammadiyah 1 Genteng. Firman mengambil jurusan pemasaran karena bercita-cita menjadi pengusaha.
Sang ayah selama ini berusaha memastikan kedua anaknya tetap bisa bersekolah, meski pekerjaannya sebagai sopir truk membuatnya lebih sering berada di perjalanan dan baru bisa pulang sekitar dua bulan sekali. "Muatan sedang sepi. Rencana bongkar muat ke Jember tidak jadi, jadi ambil perjalanan ke Jakarta dan lanjut ke Banjarmasin," cerita Rini.
Soni tercatat sebagai sopir truk logistik sekaligus penumpang KMP Virgo Transport 8. Hingga kini, keberadaannya masih belum ditemukan setelah kapal tersebut mengalami kecelakaan. Rini berharap proses pencarian Soni bersama penumpang KMP Virgo Transport 8 lainnya segera membuahkan hasil. "Kami masih menunggu, semoga segera ditemukan," harapnya dengan mata sembab.
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 terjadi pada hari Minggu, 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 WITA di perairan Masalembo, Laut Jawa. Kapal berukuran 8.540 GT ini terbalik dan tenggelam di tengah kondisi cuaca buruk saat berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Kapal mengangkut total 243 penumpang dan 89 unit kendaraan. Adapun korban selamat tercatat 108 orang, tewas enam orang, dan sebanyak 129 orang masih dilaporkan hilang.
Sumber: Kompas.com