• Jelajahi

    Copyright © Liga Peristiwa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Mentan Ungkap 25 Merek Beras Diduga Tak Sesuai Standar Fortifikasi, Polisi Bergerak

    Jumat, 18 September 2026, September 18, 2026 WIB Last Updated 2026-09-18T04:05:50Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    Ligaperistiwa.net -

    Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pelaku pemalsuan beras fortifikasi bakal diproses hukum. Polisi baru saja menentapkan 102 tersangka mafia pangan yang mengoplos beras fortifikasi palsu ini.


     "Kasus beras fortifikasi ini babak kedua perburuan rente dalam tata niaga pangan, setelah pada 2025 aparat menjerat 102 tersangka dalam kasus pengoplosan beras premium yang merugikan konsumen Rp98 triliun," jelas Amran dikutip dari Antara, Kamis (17/9/2026). Diektahui ada 25 merek beras fortifikasi palsu yang beredar di pasaran.


    Temuan itu diperoleh usai pemerintah melakukan pengujian sampel melalui empat laboratorium, yakni Laboratorium IPB Bogor, Laboratorium BRMP, Saraswanti Indo Genetech, dan Eurofins Angler Biochemlab.


    “Katanya fortifikasi. Setelah kita cek di lab, ada empat lab, kredibel. Kita cek ternyata tidak sesuai dengan levelnya,” ujar Amran. Padahal beras fortifikasi yang disubsidi pemerintah ini punya peran penting dalam pemenuhan gizi bagi kelompok rentan, antara lain anak dengan indikasi stunting, ibu hamil, ibu menyusui, serta masyarakat kurang mampu. Akan tetapi, produk yang beredar dengan klaim fortifikasi justru dijual dengan harga sekitar Rp25.000 hingga Rp57.000 per kilogram. 


    Harga tersebut jauh di atas harga acuan pemerintah sebesar Rp13.500 per kilogram. "Tujuan fortifikasi adalah untuk mengatasi stunting, ibu hamil, menyusui, dan orang miskin, tetapi tujuannya tidak tercapai karena harganya justru dijual jauh lebih mahal daripada beras premium maupun medium," tegas Amran. Amran sudah membuka nama 25 merek beras fortifikasi palsu agar publik tak terkecoh.


    25 merek beras fortifikasi palsu  Idola Fortifikasi  Idola High Quality Whole Grain Rice   Idola Long Grain Rice   Ikan Mas Cupang   AAA Wijaya Kusuma   Cantik Manis   Penari Bangkok   Topi Koki Short Grain   Topi Koki Setra Royale   Topi Koki Long Grain Crystal   HOK-1 Gohan   Maknyuss Pulen Gizi   Anak Raja Fortifikasi   Anak Raja Nusantara   Top Anak Raja   PMS Induk Ayam   Sumo   Rasvit   FS Nutri Rice   Pelikan   Rice Rojolele   Super Kepala Beras Premium 111   111 Golden Number   Putri Koki   Wellfarm Beras Diabet


    Proses pidana  Satuan tugas (Satgas) pangan Polri mulai bergerak menyelidiki rantai distribusi beras fortifikasi palsu yang merugikan konsumen.  Berangkat dari bukti yang dikemukakan oleh Mentan, polisi segera melanjutkan penyelidikan. 


     "Semua temuan-temuan (beras fortifikasi di lapangan) akan diverifikasi secara bersama-sama, akan diuji secara ilmiah, dan juga akan melakukan penelusuran terhadap rantai distribusi dan pendalaman terkait adanya peristiwa tindak pidananya," ucap Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Wahyu Widada, Selasa (15/9/2026). 


    Apabila dalam proses penyelidikan ditemukan unsur pidana maka Polri segera memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. "Pada prinsipnya Polri akan melakukan penegakan hukum secara profesional, transparan, dan berkeadilan dengan tetap mengedepankan perlindungan kepada masyarakat dan juga melalui penyelidikan secara ilmiah," katanya.  Kejaksaan Agung juga mendukung upaya penyelidikan, apabila ada unsur pidana segera dipercepat proses penegakan hukum.


    Sumber: Kompas.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini