Medan, Ligaperistiwa.net -
Simak awal mula kebakaran hebat melanda diduga pabrik plastik dan mainan di Jalan Ladang, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (20/6/2026) malam.
Api mulai berkobar sekitar pukul 20:35 WIB, dan terus berkobar melalap seisi pabrik yang berada di gang sempit.
Selain api, asap hitam membumbung tinggi ke langit.
Suara dentuman berulang kali terdengar dari dalam pabrik.
Petugas pemadam kebakaran terus berusaha memadamkan api yang kian menyala.
Masyarakat pun terus berdatangan, berkerumun di lokasi kejadian yang berada di jalan sekitar 3 meter.
Malam yang seharusnya menjadi waktu beristirahat berubah menjadi penuh kecemasan bagi Anti dan warga di sekitar lokasi kebakaran pabrik di Medan Johor.
Saat melihat kobaran api semakin mendekati rumahnya, Anti hanya sempat menyelamatkan anggota keluarga dan berkas-berkas penting.
Perabotan serta harta benda lainnya terpaksa ditinggalkan karena keselamatan menjadi prioritas utama.
Anti menceritakan bagaimana awal mula mengetahui kebakaran.
Awalnya, sekira pukul 20:00 WIB, ia sedang keluar rumah untuk membeli makanan tak jauh dari tempat tinggalnya.
Tak lama kemudian ia melihat api berkobar di belakang rumahnya, yang memang hampir berdempetan.
Kemudian, ia pulang meminta seluruh anggota keluarganya menyelamatkan diri.
Selain itu, mereka juga mengumpulkan berkas-berkas berharga.
Sedangkan perkakas, belum sempat mereka evakuasi karena khawatir api membakar rumah mereka.
"Awalnya ada ramai-ramai, seperti kebakaran dari pabrik mainan. Karena api semakin dekat ke rumah, saya masuk ambil berkas penting,"kata Anti.
Di Gang Buntu, Jalan Bangun Sari, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, kurang lebih terdapat 11 rumah yang dihuni 11 kepala keluarga.
Menurut informasi yang didapat Anti, terdapat 2-3 rumah tetangga yang ikut terbakar.
Sebab, rumah korban berbatasan langsung dengan dinding pabrik.
Sedangkan rumah Anti, kurang lebih berjarak 50 meter dari pabrik pusat api.
Sampai saat ini, Anti dan warga sekitar tak berani jauh-jauh dari rumah mereka karena ada harta benda yang belum diselamatkan.
Akan tetapi, sebagian warga sudah mengangkat perkakas agar tidak ikut terbakar.
"Ini gak bisa tenang mau tidur dimana," katanya saat terjadi kebakaran.
5 Jam Lebih Dipadamkan, 11 Rumah Warga Terdampak
Hampir lima jam, kebakaran yang melanda pabrik mainan plastik di Jalan Ladang - Jalan Sumber Amal, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, belum berhasil dipadamkan total.
Diketahui, kebakaran terjadi sejak pukul 20:35 WIB dan sampai 01:00 WIB, api belum bisa dijinakkan tim pemadam kebakaran.
Camat Medan Johor, Bachtiar Nasution mengatakan, akibat kebakaran ini 11 rumah warga terdampak.
Dari 11 rumah tersebut, sekitar 2 rumah terbakar karena lokasinya berdempetan dengan dinding pabrik bagian belakang.
"Info dari kepling 11 kepala keluarga, kena dampak. Sebagian rumah terbakar,"kata Camat Medan Johor, Bachtiar Nasution, Minggu (21/6/2026) dinihari.
Petugas damkar masih berjibaku memadamkan api.
Di lokasi, kondisi listrik juga padam total tanpa penerangan.
Warga terpaksa mengevakuasi barang, dan menyelamatkan diri.
Bachtiar menyebut, mobil pemadam yang dikerahkan sebanyak 8 damkar dari wilayah Medan, Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang.
Adapun kendala yang dihadapi karena di lokasi tidak terdapat hydrant, maupun sumber air memadai.
Ia menjelaskan, sejauh ini belum ada informasi korban jiwa maupun korban luka
"Sampai saat ini belum ada korban. Jumlah pemadam dari Medan 8 unit berulang kali memadamkan, karena disini gak ada hydrant."
Kondisi Terkini
Selama kurang lebih 17 jam petugas melakukan penyiraman dengan menyeser ke bangunan yang masih menimbulkan asap hitam.
Asap berwarna hitam tersebut berasal dari salah satu bangunan yang menjadi tempat gudang penyimpanan biji plastik, sehingga petugas sulit untuk memadamkan api itu.
Sementara itu, warga sekitar juga memadati area lokasi kebakaran, dengan hanya menonton proses penyiraman air ke bangunan pabrik yang masih menimbulkan asap hitam.
Miftah, seorang warga mengatakan bahwa pabrik plastik dan mainan ini masih menimbulkan asap berwarna hitam, namun petugas masih melakukan penyiraman.
"Sudah bolak-balik petugas damkar melakukan penyiraman, mungkin karena plastik didalam pabrik tersebut membuat sulit untuk di padamkan," ucap seorang warga.
Hingga kini, petugas pemadam kebakaran masih melakukan penyiraman dengan menyeser bangunan yang masih menimbulkan asap berwarna.