• Jelajahi

    Copyright © Liga Peristiwa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Pengamat Soroti Taktik Herdman

    Minggu, 09 Agustus 2026, Agustus 09, 2026 WIB Last Updated 2026-08-09T13:12:14Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    Ligaperistiwa.net-

    Timnas Indonesia gagal total di ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026 usai hanya mampu finis di peringkat ketiga Grup A. Hasil imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026) malam WIB gagal mengantar Timnas Indonesia lolos ke babak semifinal. 


    Kegagalan lolos dari fase grup menjadi yang keenam setelah 2007, 2012, 2014, 2018, dan 2024. Bahkan, tersingkirnya Garuda merupakan kali kedua secara beruntun sekaligus mengulangi apa yang terjadi pada 2014 silam.


    Berkekuatan para pemain terbaiknya dari kompetisi domestik, pasukan John Herdman gagal bersaing dengan Vietnam dan Singapura.


    Dari empat laga, Timnas Indonesia hanya meraih dua kemenangan melawan Kamboja dan Timor Leste, sekali imbang melawan Singapura, dan sekali kalah melawan Vietnam.


    John Herdman Belum Paham Sepak Bola ASEAN

     Pengamat sepak bola nasional, Ibam Hariri menganalisis penyebab tersingkirnya Timnas Indonesia dari Piala AFF 2026. Ibam Hariri mengatakan bahwa John Herdman belum memahami persaingan sepak bola di Asia Tenggara.  


    Salah satu yang ia sorot adalah saat skuad Garuda kalah 0-3 dari Vietnam. Menurutnya, John Herdman masuk dalam perangkap taktik Kim Sang-sik.


    "John Herdman belum terlalu memahami bagaimana karakteristik persaingan di level Asia Tenggara, khususnya ketika menghadapi Vietnam."  "John Herdman benar-benar masuk perangkap Kim Sang-sik, di-outclass oleh Vietnam, dan begitu buntu," kata Ibam Hariri dalam wawancara via WhatsApp kepada KOMPAS.com, Sabtu (8/8/2026). 


    Meski skuad Garuda mampu menguasai jalannya laga, tampak sejumlah serangan yang dilancarkan berakhir dengan kebuntuan. Bahkan, sektor pertahanan menjadi salah satu titik lemah dari Timnas Indonesia. Terbukti, tiga gol yang bersarang ke gawang Nadeo berasal dari kekosongan di lini belakang.


    Permainan Timnas Indonesia Masih Mentah 

    Ibam juga mengaku kecewa dengan kegagalan Timnas Indonesia untuk meraih kemenangan melawan Singapura. Menurutnya, permainan skuad Garuda tampak masih sangat mentah bila melihat dua laga terakhir melawan Vietnam dan Singapura. 


    "Karena dari kekalahan menghadapi Vietnam, dari hasil imbang menghadapi Singapura, terlihat bentuk permainan Indonesia begitu mentah," sambungnya.


    Lebih lanjut, Ibam menilai jika Timnas Indonesia seperti tidak mengenal karakter satu sama lain dan minim strategi alterntatif. Bahkan, ia juga menyoroti beberapa momen krusial seperti pergantian hingga posisi pemain beberapa kali tidak sesuai dengan visi John Herdman. 


    "(Timnas) seperti tim yang belum mengenal satu sama lain, plan A, plan B, plan C-nya tidak berjalan, bahkan adjustment in-game, timing pergantian pemain, pemosisian pemain, dan pemilihan fungsi serta role pemain di atas lapangan nampak tidak sinkron dengan apa yang menjadi visi dari John Herdman," ujarnya.


    Keputusan Salah Pasang Pemain Ibam memberi contoh saat John Herdman seperti salah memasang pemain yang sebenarnya sudah terbukti tak optimal di klub. Ia membandingkan peran Jordi Amat dan Rizky Ridho di Persija Jakarta yang tidak berjalan maksimal di Timnas Indonesia.


     "Menaruh Jordi Amat sebagai sentral di skema 3-back dengan memainkan Rizky Ridho sebagai wide centerback sebelah kanan itu tidak sinkron karena hal tersebut kurang berjalan bersama Persija Jakarta di musim lalu ketika di bawah asuhan Maurizio Souza."


    "Tapi sayangnya memang John Herdman masih kekeh dengan pola tersebut, bahkan mempertahankan pola tersebut hingga 70 atau 80 menit."


    "Selain itu, yang tidak masuk akal karena Jordi Amat di Persija musim lalu pun lebih works ketika dirinya maju lebih sedikit ke depan sebagai gelandang bertahan." "Ketika memaksa Rizky Ridho bermain setinggi itu di area wide centerback tentu menjadi boomerang," tegasnya. 


    Sumber: Kompas.com

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini