Ligaperistiwa.net -
Menurut Sleep Foundation, lebih dari sepertiga orang tidur kurang dari tujuh jam semalam. Masalahnya, tubuh yang kurang tidur tidak selalu terasa mengantuk.
Banyak sinyalnya justru muncul dalam bentuk yang tak disangka-sangka, seperti disadur Parade, Senin (20/7/2026). Apa saja?
Sinyal tubuh saat kamu mengalami kurang tidur
Memahami perbedaan lelah dan mengantuk Psikoterapis Jessica Fink, LCSW-S, mengatakan, penting untuk membedakan antara "lelah" dan "mengantuk". Sebab, keduanya adalah hal yang berbeda.
"Mengantuk berarti ada kemungkinan besar kamu akan tertidur. Jika kamu mengantuk, kelopak mata terasa berat, kepala terkulai, dan konsentrasi mulai buyar. Mengantuk berarti tubuhmu butuh tidur," ucap dia. Sementara itu, lelah adalah kondisi letih, energi rendah, dan tidak bersemangat.
Kamu bisa merasa lelah tanpa mengantuk. Lelah bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti menatap gawai terlalu lama, dehidrasi, hingga stres.
Fink menjelaskan, tidur bersifat homeostatis layaknya makan. Jika kebutuhanmu sudah terpenuhi, dorongan untuk tidur tidak akan kuat.
"Jika kamu kurang tidur, kamu cenderung merasa mengantuk. Kamu mungkin merasa lelah karena berbagai alasan, tetapi belum tentu merasa mengantuk," ujar dia.
Gejala umum yang menunjukkan kamu benar-benar butuh tidur adalah mudah tertidur dalam waktu kurang dari 10 menit, atau tidak sengaja tertidur di siang hari. Menurut Asisten Profesor Kedokteran di New York Medical College, Morgan Soffler, MD, tanda umum lainnya termasuk menguap berlebihan, tertidur tanpa sengaja, serta kesulitan berkonsentrasi pada tugas.
Selain itu, jika kamu sangat bergantung pada alarm atau terus menekan tombol tunda (snooze), kamu kemungkinan besar mengalami kurang tidur, menurut dokter dan neurolog di Endeavor Health, Smita Patel, DO, MS, FAASM.
Dampak fisik dari kurang tidur yang muncul tanpa disadari
Psikolog dan ahli insomnia, Brittany Jones, PsyD., MS, DBSM, menyebutkan, tubuh mengirimkan sinyal fisik yang bisa berdampak pada suasana hati, fungsi kognitif, hingga rasa tidak nyaman secara emosional. Berikut adalah tanda-tanda yang mungkin terasa aneh bagimu:
Perubahan hormonal dan siklus menstruasi
Kurang tidur bisa memperburuk nyeri tubuh, pusing, hingga masalah kulit seperti jerawat. Menstruasi juga bisa terganggu, siklus menjadi tidak teratur, dan gejala sindrom pramenstruasi (PMS) terasa lebih intens.
Rasa sakit dan nyeri
Kurang tidur melemahkan sistem imun, membuatmu lebih sering jatuh sakit. Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan ahli tidur, Jacob Teitelbaum, MD, mengungkap, kurang tidur dapat menyebabkan nyeri kronis.
Kecanggungan fisik (clumsy)
Koordinasi tubuhmu menurun, membuatmu sering tersandung atau sulit melakukan tugas motorik halus. “Sering tersandung, menabrak benda, atau mengalami kesulitan dalam melakukan tugas-tugas motorik halus dapat disebabkan oleh kurang tidur,” jelas dr. Patel.
Kenaikan berat badan Kurang tidur
meningkatkan hormon lapar (ghrelin), mengurangi hormon kenyang (leptin), dan memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan tidak sehat. Gangguan pencernaan dan gigi Kurang tidur bisa memicu perut kembung atau buang air besar yang tidak teratur.
Selain itu, kamu mungkin tanpa sadar menggemeretakkan gigi saat tidur. “Menggemeretakkan gigi dapat menyebabkan gigi dan tambalan menjadi longgar, gigi retak, gigi belakang menjadi rata, gigi depan menjadi patah, gigi menjadi sensitif, atau bahkan kehilangan gigi dalam kasus parah yang tidak diobati,” kata Dokter Gigi dan Ahli Kesehatan Mulut di NAPA Family Dental, Kartik Antani, DMD.
Perubahan kognitif dan perilaku karena kurang tidur Selain dampak fisik, kurang tidur memengaruhi caramu berpikir dan berinteraksi sosial. Sering kali, kamu mengalami brain fog atau kabut otak, sulit fokus, dan jadi mudah tersinggung.
Penasihat sains di Aeroflow Sleep, Carleara Weiss, Ph.D., MS, RN, mengatakan bahwa kurang tidur dapat memicu pengambilan keputusan yang buruk. Kamu mungkin menjadi lebih impulsif, makan berlebihan, atau bereaksi berlebihan terhadap hal sepele. Bahkan, memori dan waktu responsmu akan melambat, membuatmu kesulitan mengingat percakapan atau menempatkan barang.
Dalam kasus ekstrem, kamu bisa mengalami microsleep, di mana otak berhenti berfungsi sesaat tanpa disadari.
Psikolog Klinis, Nicole Moshfegh, PsyD., menambahkan, jika masalah tidur berlanjut selama berbulan-bulan, dampaknya bisa sangat serius bagi kesehatan mental, seperti memicu kecemasan atau depresi.\
Jika kamu merasa energi, perhatian, dan suasana hatimu terus menurun tanpa alasan medis yang jelas, bisa jadi tubuhmu benar-benar memohon untuk segera beristirahat. Pastikan untuk selalu menjaga rutinitas tidur agar tubuh dan pikiranmu tetap prima.
Sumber: Kompas.com