TIMIKA — Kasus penipuan berkedok kesempatan kerja kembali terjadi dan menyita perhatian publik di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Sebanyak sekitar ratusan
orang pencari kerja dilaporkan menjadi korban setelah terjebak dalam skema penipuan yang disusun sedemikian rupa sehingga tampak meyakinkan.
Modus yang digunakan terbilang sistematis. Pelaku yang diduga berperan sebagai otak utama adalah seorang perempuan berinisial EA. Ia menawarkan kesempatan bekerja dengan iming-iming posisi yang menjanjikan, lengkap dengan serangkaian prosedur yang dianggap wajar oleh para pencari kerja. Dalih yang dipakai meliputi penyelenggaraan acara family gathering, pengurusan dokumen identitas resmi, pemeriksaan kesehatan atau Medical Check-Up (MCU), hingga tahap penunjukan kontraktor yang diklaim akan menerima tenaga kerja baru.
Untuk mengikuti rangkaian proses tersebut, setiap korban diminta menyetor biaya administrasi dengan nominal yang bervariasi dan tergolong besar. Besaran uang yang diminta berkisar antara Rp500 ribu hingga mencapai Rp16 juta per orang. Jika dihitung secara keseluruhan, nilai kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Tidak hanya warga yang berdomisili di wilayah Mimika, para korban juga banyak yang datang dari daerah-daerah yang cukup jauh. Demi mendapatkan pekerjaan yang diharapkan dapat memperbaiki taraf hidup, mereka rela menempuh perjalanan panjang dari Biak, Jayapura, Nabire, hingga wilayah lain di sekitarnya.
Pelaku sebelumnya menginformasikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan akan berlangsung selama tiga hari, terhitung pada tanggal yang telah ditentukan, dan bertempat di Hotel Horison, Jalan Hasanuddin, Timika. Namun, ketika para korban telah berkumpul di lokasi yang ditentukan, ternyata acara yang dijanjikan tidak pernah dilaksanakan. Bahkan, pelaku sulit dihubungi dan uang yang telah disetorkan oleh para pencari kerja pun raib tanpa kejelasan.
Pelaku Diamankan, Nasib Korban Luar Kota Memprihatinkan
Menyusul laporan yang masuk dari sejumlah korban, pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan intensif. Hasilnya, terduga pelaku berinisial EA berhasil diamankan dan saat ini telah ditahan di sel tahanan Kantor Polisi Sektor 32 untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut serta mengikuti proses hukum yang berlaku.
Meskipun pelaku sudah berhasil ditangkap, dampak yang dirasakan oleh para korban masih sangat terasa berat. Kondisi yang paling memprihatinkan dialami oleh mereka yang datang dari luar kota. Sebagian besar dari mereka kini terlantar di Timika, kehabisan bekal yang dibawa, serta tidak memiliki dana lagi untuk biaya makan, tempat tinggal sementara, maupun biaya perjalanan pulang ke daerah asal.
Kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang mencari pekerjaan, agar lebih waspada dan teliti dalam menerima informasi lowongan kerja. Perusahaan atau lembaga resmi yang membuka penerimaan tenaga kerja tidak pernah memungut biaya apapun dalam tahap rekrutmen. Masyarakat disarankan untuk memverifikasi keaslian informasi tersebut melalui Dinas Ketenagakerjaan setempat atau instansi berwenang lainnya sebelum memutuskan mengeluarkan sejumlah uang demi sebuah janji pekerjaan.
