SIMALUNGUN, Ligaperistwa.net -
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), pada Sabtu (15/8/2026) sore. Guncangan juga dirasakan hingga sebagian wilayah sekitarnya termasuk Kota Pematangsiantar dan perbatasan Simalungun dengan Kabupaten Toba.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Simalungun, Budiman Silalahi, menyampaikan pusat gempa diperkirakan berada di wilayah sekitar Kecamatan Sidamanik dan Pamatang Sidamanik. “Informasi ini tercatat dalam data aplikasi INARISK (Indonesia Risk Management),” kata Budiman dalam keterangan tertulisnya, Sabtu malam. Pascagempa, pihaknya melakukan pendataan menyeluruh ke seluruh wilayah Simalungun.
Hasil pemantauan yang mencakup 32 kecamatan, 386 nagori, dan 27 kelurahan tidak terdapat dampak maupun kerusakan yang membahayakan akibat gempa. “Dalam menyikapi situasi ini, telah dilakukan penilaian dan pengecekan menyeluruh di lokasi-lokasi yang berpotensi terdampak,” katanya lagi.
Ia melanjutkan, BPBD Simalungun mengimbau seluruh Camat dan Pangulu (Kepala Desa) agar tetap siaga dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Masyarakat diminta tetap tenang
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Menurutnya, kendati pusat gempa berada di wilayah Simalungun, dipastikan secara keseluruhan daerah ini tidak mengalami dampak dari peristiwa tersebut "Kami tetap berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan Nagori (Desa) dalam memantau situasi," kata Mixnon.
Getaran di wilayah perbatasan
Getaran gempa terasa di wilayah perbatasan antara wilayah Kabupaten Toba dan Simalungun, yaitu di sekitar Jalan Jalan Justin Sirait, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba. Romero Situmeang, salah seorang pengguna akun media sosial Facebook merekam video amatir di pelabuhan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Ferry Ihan Batak, Danau Toba, Kecamatan Ajibata.
“Baru saja terjadi gempa, ini para tamu (calon penumpang Ferry) berhamburan keluar gedung. Hampir semua merasakan getaran," kata dia melaporkan. Begitupun getaran terjadi begitu singkat, dan tidak menimbulkan dampak kerusakan serta yang membahayakan warga yang berada di lokasi tersebut.
Diberitakan sebelumnya, BMKG menyebut gempa Simalungun merupakan gempa bumi menengah dengan kedalaman 168 kilometer. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menjelaskan gempa tersebut terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng.
“Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi itu memiliki parameter update dengan magnitudo M6,4 pada kedalaman 168 km,” kata Wijayanto dalam keterangannya. Episenter gempa berada pada koordinat 2,91 derajat lintang utara dan 98,93 derajat bujur timur. Lokasi tersebut berada di darat, sekitar 11 kilometer tenggara Simalungun.
Sumber: Kompas.com