• Jelajahi

    Copyright © Liga Peristiwa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    13 Nyawa Melayang! Pikap Pengantar Pengantin Hancur Ditabrak Dua Truk di Pantura Indramayu

    Senin, 13 Juli 2026, Juli 13, 2026 WIB Last Updated 2026-07-13T03:49:36Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



     Indramayu, Ligaperistiwa.net -

    Perjalanan pulang rombongan pengantar pengantin asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berakhir tragis setelah mobil pikap yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan dengan dua truk di Jalur Pantura, Minggu (12/7/2026). Kecelakaan maut tersebut terjadi di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. 


    Sebanyak 13 orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan lima korban lainnya mengalami luka berat maupun luka ringan. Seluruh korban merupakan pengemudi dan penumpang mobil pikap yang sebelumnya mengantar pengantin dari Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, menuju wilayah Kecamatan Kandanghaur.

    Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif Hidayat mengatakan, kecelakaan melibatkan mobil pikap bernomor polisi E 8559 RB, truk wing box bernomor polisi B 9260 TEV, dan truk lain bernomor polisi E 8846 BA.

    Rombongan Pulang Setelah Mengantar Pengantin 

    Sebelum kecelakaan terjadi, rombongan tersebut diketahui sedang dalam perjalanan pulang menuju Kecamatan Lelea setelah mengantar pengantin ke Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur.


    Ketua RT 13 Blok Cemeti, Desa Cempeh, Rawid, membenarkan bahwa sebagian besar korban merupakan warga di wilayahnya. “Itu semua warga saya pak. Informasinya mereka habis mengantar pengantin di Desa Parean Kandanghaur," kata Rawid. Mobil pikap yang membawa rombongan itu melintas di Jalur Pantura Indramayu. 


    Saat tiba di kawasan Desa Kiajaran Kulon, kendaraan tersebut hendak melakukan putar balik melalui bukaan median jalan atau u-turn. “Namun, saat mencoba berputar arah di kawasan Kiajaran, kecelakaan terjadi,” kata Undang saat dikonfirmasi. Pikap Berhenti Saat Hendak Putar Balik Kecelakaan bermula ketika mobil pikap yang dikemudikan Warkidi melaju di Jalur Pantura dari arah Cirebon menuju Jakarta. 


    Setelah tiba di lokasi kejadian, pengemudi memperlambat kendaraan dan berhenti karena hendak melakukan manuver putar balik melalui u-turn. Pada saat bersamaan, truk wing box bernomor polisi B 9260 TEV melaju dari arah belakang. Jarak yang sudah terlalu dekat membuat truk tersebut tidak dapat menghindari mobil pikap yang berada di depannya. "Truk tersebut sama-sama melintas dari arah Cirebon menuju Jakarta, sehingga menabrak langsung dari arah belakang mobil pikap," ujar Undang Syarif Hidayat saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Minggu malam. S


    opir truk wing box, Deden Ibad, mengaku mobil pikap di depannya berhenti secara mendadak saat hendak berbelok menuju bukaan median jalan. “Kondisi mobil di depan saya itu mendadak berhenti saat akan manuver belok ke arah kanan," jelas Deden. Benturan keras dari arah belakang kemudian membuat mobil pikap terdorong hingga melewati median dan masuk ke jalur kendaraan dari arah berlawanan.


    Pikap Kembali Ditabrak Truk dari Arah Berlawanan 

    Saat mobil pikap terdorong ke jalur berlawanan, sebuah truk bernomor polisi E 8846 BA sedang melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Truk tersebut kemudian menghantam mobil pikap yang berada di jalurnya. 


    Tabrakan kedua membuat kendaraan yang mengangkut belasan penumpang itu terjepit dan mengalami kerusakan berat pada bagian depan maupun belakang. “Setelah pikap terdorong ke depan, kembali tertabrak oleh truk los bak yang datang dari arah berlawanan,” jelas Undang. Dua benturan beruntun menyebabkan para penumpang pikap terlempar dan mengalami luka-luka. Sejumlah korban ditemukan tergeletak di sekitar lokasi kejadian. 


    Deden mengaku tidak tega melihat kondisi para korban setelah kecelakaan tersebut. “Saya tidak tega melihat kondisi korban yang berjatuhan di jalan setelah kejadian,” ujarnya. Petugas kepolisian bersama warga kemudian mengevakuasi seluruh korban menuju sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Indramayu. 


    Korban Tewas Bertambah Menjadi 13 Orang 


    Berdasarkan pembaruan data kepolisian, total terdapat 18 korban dalam kecelakaan tersebut. Tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan korban lainnya dibawa ke rumah sakit. Jumlah korban meninggal kemudian bertambah setelah 10 orang yang sempat mendapatkan penanganan medis dinyatakan meninggal dunia pada Minggu malam. 


    "Jadi, ada tiga korban meninggal dunia di TKP, 10 korban meninggal dunia di rumah sakit, dan lima korban mengalami luka berat maupun luka ringan, sehingga totalnya 18 korban," kata Undang Syarif Hidayat. Lima korban yang selamat masih menjalani penanganan medis di RS Bhayangkara Losarang dan RS Mitra Plumbon Widasari, Kabupaten Indramayu. 


    Para korban meninggal terdiri atas pengemudi, penumpang dewasa, anak-anak, hingga seorang balita. Sebagian jenazah telah dipulangkan ke rumah duka di Desa Cempeh, Kecamatan Lelea. Jenazah para korban dijadwalkan dimakamkan oleh pihak keluarga pada Senin (13/7/2026). 


    Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan Petugas Satlantas Polres Indramayu telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan ketiga kendaraan yang terlibat kecelakaan. Polisi juga meminta keterangan dari para saksi, termasuk pengemudi truk wing box, untuk mengetahui secara pasti rangkaian kejadian sebelum tabrakan.


    Penyelidikan akan mendalami manuver mobil pikap saat hendak berputar arah, kecepatan kendaraan, jarak antarkendaraan, serta kondisi lalu lintas ketika kecelakaan berlangsung. Polres Indramayu berencana melibatkan tim Traffic Accident Analysis Polda Jawa Barat untuk merekonstruksi kecelakaan tersebut secara menyeluruh.


    Sementara proses penyelidikan berlangsung, petugas juga melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi kejadian agar arus kendaraan di Jalur Pantura kembali lancar.

    Sumber: Kompas.com


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini