SIGI, Ligaperistwa.net -
Keterbatasan akses jalan di Desa Masewo, Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), membuat jenazah mantan kepala desa (kades) bernama Benyamin Noa harus diangkut menggunakan sepeda motor untuk mencapai rumah duka.
Jenazah Benyamin dibawa menggunakan sepeda motor dari Desa Watukilo, Kecamatan Kulawi Selatan, menuju kampung halamannya di Desa Masewo, Kecamatan Pipikoro. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (13/10/2026). Keluarga almarhum, Fadlon Abdoen, membenarkan peristiwa tersebut.
Menurut dia, jenazah tidak dapat diantar menggunakan mobil hingga ke rumah duka karena kondisi jalan yang belum memadai.
"Iya benar diangkut pakai motor. Diangkut dari Desa Watukilo, Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi, ke Desa Masewo, Kecamatan Pipikoro, kemarin sudah dikebumikan jam 2 siang karena menunggu anaknya pulang dari Singapura," ujar Fadlon kepada Kompas.com, Jumat (16/10/2026).
Jalan tidak bisa dilalui mobil Fadlon menjelaskan, sebelum meninggal dunia, Benyamin sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit BK Palu akibat penyakit diabetes yang dideritanya. Benyamin meninggal dunia pada Selasa sekitar pukul 23.00 Wita.
Setelah meninggal dunia, jenazah dibawa menggunakan ambulans dari Palu menuju rumah kerabatnya di Kecamatan Kulawi Selatan pada pukul 03.00 Wita. Namun, perjalanan menggunakan ambulans tidak dapat dilanjutkan hingga Desa Masewo karena kondisi jalan tidak memungkinkan dilalui kendaraan roda empat.
"Memang tidak bisa naik mobil, karena akses jalannya belum memadai untuk mobil. Jalurnya cuma bisa dilalui oleh sepeda motor," kata Fadlon.
Keluarga kemudian meminta bantuan warga setempat untuk membawa jenazah menggunakan sepeda motor. Warga yang membantu merupakan orang-orang yang sudah terbiasa melintasi jalur tersebut, termasuk mengangkut barang dan penumpang di medan yang sulit.
Menurut Fadlon, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut. Keterbatasan akses jalan kerap menyulitkan warga, termasuk ketika harus membawa jenazah maupun warga yang sedang sakit.
Perbaikan dan pelebaran jalan Keluarga dan masyarakat setempat berharap pemerintah daerah merealisasikan rencana pembangunan dan pelebaran jalan agar akses menuju Desa Masewo dapat dilalui kendaraan roda empat.
"Harapan kami, sebagaimana yang pernah direncanakan oleh Pak Bupati sebelumnya mengenai pelebaran jalan, semoga bisa direalisasikan. Masyarakat sangat berharap jalan tersebut kelak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat untuk mempermudah transportasi warga," tutur Fadlon. Dalam rekaman video yang beredar, jenazah Benyamin terlihat dibungkus terpal dan diikat di bagian belakang jok sepeda motor untuk dibawa menuju rumah duka.
Sebelumnya, warga bahkan harus menggotong jenazah dengan berjalan kaki. Penggunaan sepeda motor dinilai sedikit membantu, meskipun perjalanan tetap berisiko dan membutuhkan kehati-hatian. Fadlon mengatakan, sekitar 40 sepeda motor ikut mengiringi perjalanan jenazah.
Kepala desa dan sejumlah perangkat setempat juga terlibat dalam proses tersebut. "Tidak bisa menggunakan mobil, karena itu perjalanan dilanjutkan dengan sepeda motor dan jenazah sempat singgah di rumah adiknya," ungkap Fadlon.
Jalan sempit dan licin ketika hujan Kondisi jalan menjadi semakin sulit ketika hujan turun. Jalur yang sempit dan licin dapat menghambat perjalanan, bahkan membuat warga harus menginap apabila tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan.
Saat jenazah dibawa, kondisi jalan relatif kering. Namun, warga tetap harus menghadapi keterbatasan akses untuk mencapai Desa Masewo. Bagi warga, persoalan jalan bukan hanya menyulitkan saat membawa jenazah.
Akses yang terbatas juga menjadi kekhawatiran ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan medis dan harus dirujuk ke fasilitas kesehatan. Fadlun berharap pemerintah daerah memperhatikan kondisi jalan di wilayah tersebut agar warga tidak terus menghadapi kesulitan saat membutuhkan layanan dasar.
Menurut dia, perbaikan jalan akan membantu mobilitas warga, terutama ketika terjadi keadaan darurat yang membutuhkan kendaraan roda empat. Fadlun berharap pemerintah kabupaten dan provinsi dapat merealisasikan perbaikan akses jalan yang selama ini dinantikan masyarakat.
Ia ingin warga di wilayah terpencil itu memiliki akses transportasi yang lebih layak sehingga tidak lagi mengalami kesulitan ketika mengangkut jenazah maupun membawa anggota keluarga yang membutuhkan pertolongan medis. "Saya berharap apa yang diinginkan masyarakat terkait perbaikan jalan benar-benar bisa direalisasikan," tandasnya.
Sumber: Kompas.com
