• Jelajahi

    Copyright © Liga Peristiwa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Warga Tanah Grogot Keluhkan Harga LPG Subsidi yang Melambung Tinggi

    Senin, 22 Juni 2026, Juni 22, 2026 WIB Last Updated 2026-06-22T07:26:53Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    Paser, Ligaperistiwa.net -

     Persoalan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram (kg) di Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, kembali dikeluhkan oleh masyarakat.


    Menurut Koordinator Perkumpulan Bantuan Hukum (PLBH) Tanah Priuk Kukuh (56) mengatakan, tabung gas di tingkat pengecer, harga gas melon tersebut kini melambung tinggi hingga menembus angka Rp.65.000 khusus Kec. Tanah Grogot sementara dikecamatan lain harga jual bisa mencapai hingga Rp.70.000 per tabung Lonjakan harga ini dinilai sudah di luar batas kewajaran. Jelas Kukuh Senin (22/6)


    "Bukan langka, hanya harganya saja yang mahal sekali. Kalau di pangkalan harusnya Rp.22.000 ribu, tapi kalau beli di eceran sekarang bisa sampai Rp.65.000 sampai Rp.70.000 ribu. Ini sangat memberatkan warga yang mengandalkan gas subsidi untuk memasak sehari-hari," ujar Kukuh, koordinator PLBH Tanah Priuk


    Sementara itu berdasarkan pantauan awak media indometro.id di lapangan, komoditas gas subsidi ini sebenarnya tidak mengalami kelangkaan yang ekstrem. Stok tabung melon masih relatif mudah ditemukan di warung-warung pengecer, namun dengan harga yang mencekik kantong masyarakat kecil.


    Selain harganya yang mahal, maraknya tabung gas eceran yang didatangkan dari luar Daerah, berdasarkan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah untuk produk-produk tertentu di tingkat konsumen akhir, seperti gas LPG 3 Kg Subsidi Harga Eceran Tertinggi (HET) berkisar antara Rp18.500 hingga Rp22.000 per tabung di tingkat pangkalan resmi.


    Adapun Perbandingan Harga Gas LPG 3 Kg di Tanah Grogot

    Lokasi Distribusi

    Harga Jual Per Tabung

    Status Regulasi

    Agen ke Pangkalan

    Rp20.000

    Sesuai Ketetapan

    Pangkalan ke Konsumen

    Rp22.000

    HET Resmi

    Tingkat Pengecer (Warung)

    Rp65.000 – Rp70.000

    Melambung Tinggi

    Akar Masalah Disparitas Harga dan Distribusi

    Pihak Pemerintah Kabupaten Paser diminta agar mengevaluasi rantai distribusi ini. Salah satu pemicu utama tingginya harga di tingkat pengecer adalah banyaknya masyarakat non-target yang ikut memburu gas melon karena adanya disparitas (selisih) harga yang terlampau jauh dengan gas non-subsidi ukuran 12 kg.


    ​Sesuai aturan Kementerian ESDM dan PT Pertamina, pembelian gas LPG 3 kg seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro yang terdaftar dalam Daftar Pembeli Tetap (DPT) dengan berbasis KTP di pangkalan resmi. Namun, kebocoran distribusi ke tingkat pengecer (warung-warung) membuat harga menjadi tidak terkendali karena tidak adanya pengawasan ketat pada mata rantai tersebut.


    Sebagian besar Warga Grogot medesak ​Pemerintah Kabupaten Paser melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) segera melakukan langkah-langkah strategis, di antaranya:


    Menggelar operasi pasar, sidak dan pasar murah berkala di Kelurahan/Desa guna memotong jalur distribusi yang melambung. Wacana Regulasi HET Menyusun draf ketetapan atau payung hukum. ​Sanksi bagi Pangkalan Nakal Memberikan teguran keras hingga pencabutan izin bagi pangkalan resmi yang sengaja menjual stoknya dalam jumlah besar ke spekulan atau pengecer, alih-alih mendistribusikannya ke warga DPT sekitar.


    ​Masyarakat Tanah Grogot berharap instansi terkait bersama aparat penegak hukum segera mengambil tindakan nyata dan konsisten di lapangan, agar subsidi gas melon ini benar-benar tepat sasaran dan harganya kembali stabil.

    Sumber: Indometro.id

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini